Tisyara ketika terkena Roseola

Terdengar indah, tapi kalau ia mendatangi kita aduhhhh sedihnya. Ini yang terjadi kepada kami dua minggu yang lalu.

Sepulang berlibur di Puncak selama tiga hari dua malam dalam rangka merayakan ulang tahun Popo, Tisyara terserang demam. Awalnya kami pikir mungkin karena kelelahan. Namun setelah dua hari tak kunjung membaik, kami memutuskan untuk mendatangi dokter spesialis anak di BWCH (karena waktu itu hari Minggu, dokter langganan Tisyara tidak praktik jadi ke dokter yang ada saja).  Setelah dicek darah, dokter mengatakan Tisyara terkena suatu virus dan kami pun diberi beberapa macam obat (obat penurun panas, peningkat kekebalan tubuh dan antibiotik). Setelah panas mereda di hari ketiga (Minggu) sore, pada hari Senin munculah bintik-bintik seperti biang keringat di bagian muka dan badan, yang keesokan harinya bertambah di sekujur tangan dan kaki. Kami sempat berpikir bahwa Tisyara terserang campak, namun setelah cari-cari tahu barulah kami mafhum bahwa Tisyara terkena Roseola. Gejalanya mirip dengan campak, yaitu demam tinggi selama beberapa hari, diare ringan, dan setelah panas mereda akan timbul ruam. Pada Roseola ruamnya seperti biang keringat yang akan hilang dalam hitungan jam atau hari.

Alhamdulillah sekarang Tisyara sudah sehat dan bisa kembali tertawa riang. Selamat tinggal Roseola….