Selain alergi sama bersih-bersih (pekerjaan rumah tangga yang menurut saya paling berat), ada satu hal lain yang membuat saya alergi, yaitu politik. Pak Harto sudah berhasil membuat saya bersikap apatis.
Setiap kali ada yang berbicara masalah politik, saya hanya akan berusaha mendengarkan dengan baik tanpa ingin mencerna terlebih memikirkannya lebih lanjut. Menjadi golput merupakan pilihan.
Banyak yang bilang sayang kalau tidak memilih, karena kini satu suara pun berarti, tidak seperti zaman dulu yang hanya punya tiga pilihan seperti lampu lalu-lintas merah, kuning atau hijau. Kini pilihan kita beragam warna.
Setelah mempertimbangkan atau mungkin karena dorongan suami, akhirnya saya memutuskan akan mengikuti Pemilu nanti, dengan catatan kalau tidak hujan, tidak terlalu panas dan tidak mengantri :). Karena banyaknya partai yang ada, dan apatisnya saya, saya memutuskan akan menentukan pilihan di tempat, dengan kriteria pilihan:
Namun untuk presiden saya akan sedikit berpikir, karena saya takut nanti kalau salah pilih saya bertanggung jawab lagi atas terpilihnya presiden yang suka menghilangkan lawan politik, atau yang biasa jadi ndoro, atau yang akan melarang tank top. Ada yang bisa bantu saya memilih?
Bingung! Itu yang kerap terjadi bila harus menuliskan deskripsi diri. Bukan karena tidak cukup mengenal diri sendiri, tapi seringkali karena tempatnya terlalu terbatas untuk mengungkapkan diri (narsiskah? hmmm.) Blog ini dibuat sebagai salah satu cara mengekspresikan diri, semoga memiliki manfaat paling tidak untuk diri sendiri, syukur-syukur juga untuk orang lain (semoga).
alaksir
February 8th, 2009 at 3:04 pm
Nanti kan ada fotonya para caleg juga tuh Mom. Kriterianya gimana?