Selain alergi sama bersih-bersih (pekerjaan rumah tangga yang menurut saya paling berat), ada satu hal lain yang membuat saya alergi, yaitu politik. Pak Harto sudah berhasil membuat saya bersikap apatis.

Setiap kali ada yang berbicara masalah politik, saya hanya akan berusaha mendengarkan dengan baik tanpa ingin mencerna terlebih memikirkannya lebih lanjut. Menjadi golput merupakan pilihan.

Banyak yang bilang sayang kalau tidak memilih, karena kini satu suara pun berarti, tidak seperti zaman dulu yang hanya punya tiga pilihan seperti lampu lalu-lintas merah, kuning atau hijau. Kini pilihan kita beragam warna.

Setelah mempertimbangkan atau mungkin karena dorongan suami, akhirnya saya memutuskan akan mengikuti Pemilu nanti, dengan catatan kalau tidak hujan, tidak terlalu panas dan tidak mengantri :). Karena banyaknya partai yang ada, dan apatisnya saya, saya memutuskan akan menentukan pilihan di tempat, dengan kriteria pilihan:

  • partai dengan gambar paling menarik, atau
  • dengan warna yang paling mendekati warna kesukaan saya atau warna tren tahun ini, atau
  • dengan nama calon yang terbaca indah

Namun untuk presiden saya akan sedikit berpikir, karena saya takut nanti kalau salah pilih saya bertanggung jawab lagi atas terpilihnya presiden yang suka menghilangkan lawan politik, atau yang biasa jadi ndoro, atau yang akan melarang tank top. Ada yang bisa bantu saya memilih?