Setelah tiga tahun berada di bawah bayang-bayang suami tersayang, akhirnya beberapa hari yang lalu saya memiliki klien sendiri untuk pertamakalinya.

Teman-teman terdekat saya mungkin bingung mengapa saya bisa menjadi penerjemah, padahal kemampuan bahasa Inggris saya tidak lebih bagus dari mereka. Kelebihan saya dari yang lainnya adalah memiliki suami dengan kemampuan linguistik di atas rata-rata dan daftar klien yang panjang.

Meskipun saya menikmati bekerja untuk suami, karena dengan hasil yang sama (semua pendapatan untuk saya) saya berbagi tanggung jawab dengannya. Namun atas dorongan atau lebih tepatnya paksaan suami tercinta, akhirnya tahun ini saya mulai mencari klien sendiri.

Berikut susunan cara menjadi penerjemah paruh waktu (ala saya):

  • Membuat CV dan portofolio hasil terjemahan (kalau bisa menyertakan referensi)
  • Mencari daftar agensi penerjemahan dan lokalisasi
  • Mengirimkan CV dan portofolio ke semua agensi dan perusahaan lokalisasi
  • Mendaftarkan diri ke Proz.com dan TranslatorsCafe.com untuk menempatkan CV dan portofolio
  • Bergabung ke milis-milis penerjemah untuk menambah ilmu (ini yang belum saya lakukan)
  • Berdo’a
  • Semoga informasi di atas dapat membantu mereka yang berminat menjadi penerjemah paruh waktu seperti saya. Selamat mencoba!